Rabu, 24 Agustus 2011

PERHITUNGAN Gigi rasio RX KING dan NINJA

image



















RX – KING (5 PERCEPATAN)




1 2 – 34 = 1. 13 – 32 =

------- 36 % ---------- 30.7%

2. 16 – 30 = 2. 17 – 29 =

----- 24.5% ---------- 22.9 %

3. 19 – 26 = 3. 19 – 25 =

------ 20.3 % ---------17.1 %

4. 22 – 24 = 4. 22 – 24 =

--------16.0 % --------12.3 %

5. 24 – 22 = 5. 23 – 22 =




KAWASAKI NINJA (6 PERCEPATAN)


1 0 – 27 = 1. 10 – 24 =

--------- 36.8 %

2. 17 – 29 = 2. 18 – 29 =

-------- 23.8 %

3. 20 – 26 = 3. 20 – 25 =

-------- 16.1 %

4. 22 – 24 = 4. 22 – 23 =

-------- 12.7 %

5. 21 – 20 = 5. 21 – 20 =

--------- 9.3 %

6. 22 – 19 = 6. 21 – 19 =





YAMAHA RX – Z











1 2 – 34 = 1. 15 – 31 = 1. 15 – 32 = 1. 14 – 32 =

-----24.6 % ------ 36.0 % ------- 26.2 % -------24.7 %

2. 16 – 29 = 2. 18 – 28 = 2. 18 – 28 = 2. 17 – 27 =

----19.2 % ------ 24.5 % ------- 17.5 % ----- 18.8 %

3. 19 – 26 = 3. 19 – 24 = 3. 19 – 24 = 3. 19 – 24 =

------ 16.7 % ------ 16.5 % ---------- 11.3 % ----- 12.9 %

4. 21 – 24 = 4. 20 – 22 = 4. 20 – 22 = 4. 20 – 22 =

------- 11.6 5 --------- 12.5 % --------- 7.4 % ----- 9.1 %

5. 23 – 23 = 5. 23 – 23 = 5. 23 – 23 = 5. 23 – 23 =

---- 9.5 % ----------8.3 % --------- 7.4 % ------7.7 %

6. 24 – 22 = 6. 26 – 24 = 6. 27 – 25 = 6. 26 – 24 =



YAMAHA TZ – 125 R YAMAHA YZ – 125

1. 15 – 30 = 1. 13 – 32 =

------ 30.5 % ----- 27. %

2. 21 – 31 = 2. 14 – 26 =

----------- 20.5 % ---------- 18.8 %

3. 23 – 28 = 3. 16 – 24 =

-------- 12.9% -------12.9 %

4. 27 – 27 = 4. 20 – 25 =

-------- 9.1 % -------- 9.1 %

5. 23 – 23 = 5. 19 – 21 =

-------- 7.7 % ---------- 7.4 %

6. 27 – 25 = 6. 20 – 20 =

SUMBER : http://korekmesin.com/article/48094/perhitungan-gigi-rasio-rx-king-dan-ninja.html

Perhitungan gigi rasio 4 Tak

para korek mesin motor berikut adalah perhitungan gigi rasio balap:


YUPITER 11O STD CLOSE RATIO
1 2 – 38 = 3.166 1. 13 – 36 = 2.769 1. 13 – 36 =
-------33.8 % ------ 33.8 % --- 1.224 = 38.6 %
2. 17 – 33 = 1.942 2. 18 – 33 = 1.833 2. 18 – 33 =
--------24.7 % ------ 24.7 % ---0.562 = 28.9 %
3. 21 – 29 = 1.380 3. 21 – 29 = 1.380 3. 21 – 29 =
--------18.1 % --------17.2 % ----0.285 = 20.6 %
4. 21 – 23 = 1.095 4. 21 – 24 = 1.142 4. 23 – 26 =


YUPITER MX 135
1 2 – 34 = 2.833 1. 12 – 32 = 2.666
------32.0 % -------0.958 = 33.8 %
2. 16 – 30 = 1.875 2. 16 – 29 = 1.812
, -------22.1 % ------0.523 = 27.8 %
3. 17 – 23 = 1.352 3. 17 – 24 = 1.411
--------18.4 % --------0.307 = 22.7 %
4. 22 – 23 = 1.045 4. 20 – 23 = 1.150


SHOGUN 125 STD


1 1 – 33 = 3.000 1. 13 – 30 = 2.307 1. 13 – 31 =
------1,215 = 40.0 5 -------27.7 %
2. 14 – 25 = 1.785 2. 15 – 25 = 1.666 2. 15 – 25 =
---0.491 = 27.5 % ----------- 22.3 %
3. 17 – 22 = 1.294 3. 17 – 22 = 1.294 3. 17 – 22 =
-- -----0.242 = 18.0 % ------------14.6 %
4. 19 – 20 = 1.052 4. 19 – 21 = 1.105 4. 19 – 21 =


NEW SMASH


1 1 – 33 = 3.000 1. 13 – 33 = 1. 13 – 30 = 1. 13 – 30 =
-----31,1 % ---1.125 = 37.5 %
2. 16 – 30 = 1.875 2. 16 – 28 = 2. 15 – 25 = 2. 16 – 28 =
------21.8 % ------ 0.507 = 27.0 %
3. 19 – 26 = 1.368 3. 19 – 26 = 3. 17 – 23 = 3. 17 – 23 =
-----15.4 % -----0.316 = 23.1 %
4. 19 – 20 = 1.052 4. 19 – 22 = 4. 19 – 20 = 4. 19 – 21 =

HONDA SUPRA




1. 12 – 34 = 2.833 1. 12 – 31 = 2.583 1. 13 – 31 = 2.384
-------- 1.128 = 39.8 % ---------33.9 % ----32.4 %
2. 17 – 29 = 1.705 2. 17 – 29 = 1.705 2. 18 – 29 = 1.611
----0.467 = 27.3 % ----- 23.7 % ------23.1 %
3. 21 – 26 = 1.238 3. 20 – 26 = 1.300 3. 21 – 26 = 1.238
----0.285 = 23.0 % ------19.6 % ------- 15.5 %
4. 24 – 23 = 0.958 4. 22 – 23 = 1.045 4. 22 – 23 = 1.045




1 2 – 31 = 2.583 1. 12 – 32 = 2.667
----------33.9 % ----------------36.0 %
2. 17 – 29 = 1.705 2. 17 – 29 = 1.705
-----------24.6 % ---------------24.6 %
3. 21 – 27 = 1.285 3. 21 – 27 = 1.285
-----------18.6 % ---------------18.8 %
4. 22 – 23 = 1.045 4. 22 – 24 = 1.043


KARISMA / SUPRA X

1 4 – 35 = 2.500 1. 14 – 34 = 2.428
----------0.950 = 38.0 5 -----------30.6 %
2. 20 – 31 = 1.550 2. 19 – 32 = 1.684
----------0.400 = 25.8 % ----------- 21.9 %
3. 20 – 23 = 1.150 3. 19 – 25 = 1.315
----------0.227 = 19.7 % ------------16.3 %
4. 26 – 24 = 0.923 4. 20 – 22 = 1.100


KAZE / BLITZ

1 2 – 36 = 3.000 1. 13 – 36 = 2.769
-----1.063 = 35.4 % ----------34.1 %
2. 16 – 31 = 1.937 2. 17 – 31 = 1.823
-----0.587 = 30.3 % ----------25.9 %
3. 20 – 27 = 1.350 3. 20 – 27 = 1.350
---------0.264 =19.5 % ----------19.5 %
4. 23 – 25 = 1.086 4. 23 – 25 = 1.086


YAMAHA F 1 ZR


1 2 – 39 = 3.250 1. 14 – 30 = 2.142 1. 14 – 31 =
-----1.438 = 44 % ------32.5 %
2. 16 – 29 = 1.812 2. 18 – 26 = 1.444 2. 18 – 27 =
-------0.612 = 33.7 % ---16.8 %
3. 20 – 24 = 1.200 3. 20 – 24 = 1.200
------ 0.155 = 12.9 % ------ 12.9 %
4. 22 – 23 = 1.045 4. 22 – 23 = 1.045

Usir suara berisik gir rasio Mio


Gambar 1

Gbr 1






Gambar 2

Gbr 2












Gambar 3

Gbr 3


















Gambar 4

Gbr 4







Kisah itu dialami Edi Sumaryo warga Cipondoh, Tangerang, Banten. "Iya waktu saya sedang enak jalan sama istri dan anak, tiba-tiba ada suara dari dalam CVT.



Bukan suara knalpot, tapi bunyinya setiap di atas kecepatan 60 km/jam," kata pria berambut putih ini.





Nah, gara-gara masalah itu Edi dan keluarganya batal JJS. Wah, kacau deh! Tapi biar enggak nyusahin terus, Yamaha Mio 115 cc keluaran 2008 itu digelandang ke bengkel Bonano Fiananda (BO) di Jl. KH. Maulana Hasanudin, Porisgaga Batu Ceper, Tangerang, Banten.





Di BO Edi bertemu Muhammad Nurdiansyah, mekanik BO. Dia menceritakan yang dialami pada besutannya.



Setelah Edi curhat sama pria ramah yang biasa disapa Aan itu, skutik yang katanya market leader itu pun langsung dibongkar.


Gambar 5

Gbr 5










Gambar 6

Gbr 6



















Setelah dicek and ricek, ternyata pemicu suara yang keluar dari dalam CVT adalah gigi rasio (gbr.1). "Memang kalo gigi rasio itu renggang antara primer dan skunder akan menimbulkan bunyi (gbr.2).



Karena antara gigi rasio dan primer terdapat satu ring besar, jadi kalau enggak rapat ring itu akan bergetar. Makanya kalo motor dalam keadaan kencang jangan direm mendadak, itu bisa membuat gigi rasio jadi abis alias ompong," jelas Aan.







Biar gak beli baru, solusinya dipres dan dilas kuningan. Penasaran kan, apa yang dilakukan Aan. Yuk kita lihat. Sebelum dibongkar, siapkan dulu perkakas yang diperlukan; T-8, tracker, kunci sok ukuran 24 dan kunci L-5.










Gambar 7

Gbr 7







Pertama buka 22 baut yang mengunci di bak CVT menggunakan kunci T-8 (gbr.3). Lalu lepas kopling sentrifugal dengan kunci sok 24 (gbr.4). "Jangan lupa pakai tracker biar gampang buka sentrifugalnya," tambahnya.



Setelah itu copot baut L penutup rasio sebanyak lima buah pakai kunci L-5 (gbr.5). Kalau sudah buka, rasionya dipres menggunakan alat catokan pres (gbr.6). "Biar rasio itu gak kambuh lagi maka harus dilas kuningan (gbr.7)," bilang pria ini sambil tersenyum.



Buat biayanya, cukup bayar Rp 50 ribu. "Itu sudah berikut ongkos pasang, lo," ucapnya. Hasilnya, skutik Edi sudah enggak 'sakit' lagi, deh.



Sumber :Penulis/Foto: Jotos / Jotos - otomotifnet.com

Senin, 22 Agustus 2011


OTOMOTIFNET - Namanya motor apapun, dipakai tiap hari, pasti komponennya akan mengalami keausan dan kerusakan. Kalau sudah begitu, tak heran bila kemudian hari mulai menimbulkan beberapa keluhan. Misal suara berisik ataupun suara-suara lain yang kurang mengenakkan.

Seperti dialami Muh. Agus Santoso, pada Honda BeAT 2008 tunggangannya. “Awal keluar dari dealer, tidak ada masalah. Nah setelah sekitar 1,5 tahun saya pakai, muncul suara berisik; krotok..krotok.. dari dalam CVT. Wah, kenapa ya? Bengkel langganan menganjurkan mengganti roller-nya, karena dipastikan roller sudah aus/peyang,” beber Agus.

Setelah CVT dibongkar, roller peyang dan emang sudah kudu diganti. Tapi setelah diganti, ternyata suara tersebut masih ada. “Emang sih, kali ini enggak sekeras sebelum ganti roller. Hanya terdengar saat motor berhenti/stasioner. Meskipun suaranya agak pelan, tapi bikin tidak nyaman aja,” tutur warga Cipulir, Jaksel ini.

Lantaran bengkel langganannya belum menemukan solusi, Agus coba mampir ke Hasan Motor (HM) di Kelapa Dua Raya, Kebon Jeruk, Jakbar, untuk atasi hal itu. “Kalau kasusnya seperti ini, dipastikan karet pada tutup roller beserta dudukannya sudah aus. Sehingga ada celah/rongga yang agak besar (gbr.1),” beber Hasan Basri, empunya HM.

Masih ujarnya. “Berhubung kerja peranti ini buka tutup atau bergeser keluar masuk seiring putaran mesin, gesekan tersebut mengakibatkan terjadinya keausan (gbr.2). Nah kalau rongganya semakin besar, otomatis suara krotok-krotok juga makin keras berasal dari part yang berongga ini. Biar suaranya hilang, harus ganti ke-3 karet tersebut.”

Nah, kalo di dealer maupun toko onderdil masih susah nyari pengganti karet ini (gbr.3), Hasan ambil solusi mengganjal celah tersebut dengan slang aki. “Meskipun karet itu diganti baru, kalau rumah roller tidak sekalian diganti, kemungkinan suara berisik masih ada. Karena alur untuk lewat karet tersebut masih tetap aus,” tegas bapak 2 anak ini.

Mau tahu cara mengganjalnya? Gampang, kok! “Siapkan slang aki yang masih baru/lentur. Kemudian potong bagian ujungnya, kurang lebih 1 cm. Lanjutkan membelah bagian tengahnya pakai gunting atau alat lain (gbr.4). Kalau sudah, tinggal memasukkan potongan slang tersebut ke bagian celah/rongga yang aus (gbr.5),” anjur pria pengalaman lebih dari 10 tahun ini.

“Memang benar! Setelah ketiga celah yang bersinggungan/bergesekan antara karet dan alurnya diganjal slang, suara krotok-krotoknya langsung hilang,” yakin Agus.

Penulis/Foto: Banar / Banar




Tiga Jurus Andalan Atasi Suzuki Satria FU Nembak

OTOMOTIFNET - Bawaan lahir, Suzuki Satria FU 150 sudah berbekal teknologi DOHC dan kapasitas ruang bakar 150 cc. Hal ini yang membuat motormania banyak menyukainya. Tak heran pula bila empunya besutan sangat yakin akan performanya yang tangguh untuk jalan di segala medan.

Meski demikian, ada beberapa pembesutnya yang mengeluh kalau timbul suara tembakan dar..der..dor dari knalpot. “Meski suaranya tidak keras, namun bikin enggak nyaman dan kurang enak saja di dengar,” aku Toni, pembesut Satria F 150 yang mengalami masalah ini.

Eits, jangan khawatir, pastinya ada solusinya. “Kemungkinan pertama celah busi terlalu rapat, slang PAIR (pulsed secondary air injection) retak atau lepas dan pilot jet kekecilan,” ungkap Hasan Basri, empunya bengkel Hasan Motor di Kelapa Dua Raya, Kebon Jeruk, Jakbar.

Gbr 1
Gbr 2

Gbr 3
Gbr 4

Busi
Anjuran pabrik, kerenggangan celah busi standar Satria FU adalah 0,7-0,8 mm (gbr.1). Namun entah karena sengaja dirapetin atau karena pemakaian serta jarang dicek, tak jarang kerenggangan berubah menjadi lebih rapat atau sebaliknya.

“Kalau celah busi terlalu rapat, efeknya pembakaran kurang sempurna, dikarenakan bensin yang masuk ke ruang bakar banyak, namun letikan apinya kurang maksimal. Ujungnya bisa timbul ledakan di saluran gas buang. Solusinya setel celah busi sesuai anjuran pabrik,” beber Hasan.

Slang PAIR
Seperti halnya besutan lain, tunggangan ini juga dilengkapi PAIR yang berfungsi untuk menekan emisi gas buang. Namun kalau komponennya ada yang bermasalah, seperti slangnya lepas atau retak, berdampak timbul ledakan di knalpot.

“Sering kejadian, slang PAIR retak (gbr.2). Sehingga ada kebocoran dan mengakibatkan udara luar masuk. Hal ini juga bikin knalpot nembak. Cara mengatasinya, potong saja slang yang retak,” yakin pria pengalaman lebih dari 10 tahun ini.

Pilot Jet
Bawaan pabrik, tunggangan berlambang S ini karburatornya dibekali pilot jet (PJ) ukuran 12,5. Efeknya ada yang mengeluh pada putaran bawah agak brebet serta timbul gejala nembak-nembak dari lubang knalpot saat puntiran gas dilepas.

“Itu karena lubangnya kekecilan, sehingga konsumsi bensin ke ruang bakar agak tercekik (irit). Hal ini banyak dialami pembesut Satria F yang datang ke sini. Solusinya, lepas PJ orisinalnya pakai obeng min (gbr.3) kemudian ganti dengan PJ ukuran lebih besar, yakni 17,5 (gbr.4),” aku Harley Togubu Evans mekanik dari Straight Line yang bermarkas di daerah Purigading, Bekasi.

Penulis/Foto: Banar / Banar

Mesin Susah Hidup Waktu Dingin?


Kata Tommy Bramantya, technical support yang mantan kepala instruktur Hartomo Mechanical Training Center (HMTC) Depok, Jabar, umumnya ada 3 item yang bisa menyebabkan hal itu. Yakni bahan bakar, kompresi dan pengapian. “Ketiga item ini adalah basic atau kunci dari motor bakar. Jika bahan bakar mengabut sempurna, kompresinya ideal dan pengapian bagus, dijamin mesin akan mudah hidup,” terangnya.

Keran bensin, baik model konvensional maupun vakum juga kudu rajin dibersihkan dari kotoran

Cek tekanan kompresi bagus atau tidak. Bisa dengan cara manual seperti ini

Gbr 5Pastikan saluran bensin dari tangki ke karburator, termasuk filter bensin

Lubang hawa ditutup tangki tersumbat bisa menyebabkan bensin ogah ngalir ke karburator

Tapi sebaliknya, lanjut Tommy, jika ada salah satu saja yang kerjanya tidak sempurna atau tidak berfungsi, bisa dipastikan mesin akan susah hidup atau bahkan enggak mau hidup sama sekali. “Paling sering terjadi pada kasus mesin susah hidup waktu kondisi dingin adalah permasalahan pada bahan bakar,” tambah Tommy.

Bisa dari karburator kotor atau banyak endapan yang menyebabkan penyempitan pada saluran pelepasan bahan bakarnya. Sehingga mengakibatkan proses pengabutan jadi kurang sempurna. “Biasanya kotoran dan endapan muncul dari bahan bakar yang kualitasnya jelek atau karena karburator jarang diservis (dibersihkan),” tukasnya. Tuh dengerin, jadi kalau isi bahan bakar sebaiknya ke SPBU terpecaya dan jangan malas servis motor ke bengkel ya!

Penyebab lainnya bisa juga karena aliran bahan bakar dari tangki ke karburator tersendat. Sehingga bensin tidak mengisi karburator dengan baik. Penyebabnya bisa dari tangki yang banyak kotoran/endapan, filter bensin kotor atau keran bensin bermasalah. “Lubang hawa pada tutup bensin tersumbat juga bisa menyebabkan bensin tak mau mengalir ke karbu,” jelas Tommy.

Bila pada sistem bahan bakar tidak ada masalah, Tommy menyarankan coba cek kompresi mesin. Dengan cara melepas busi terlebih dulu, lalu tempelkan jari ke lubang busi dan coba sela kick starter-nya. Bila tekanan dalam ruang bakar masih baik dan kuat, tandanya kompresi mesin masih bagus.

“Karena jika kompresinya sampai turun, jelas akan membuat mesin jadi susah hidup dan tenaga drop. Turunnya kompresi bisa disebabkan klep bocor, setelan klep tidak tepat atau paking kepala silinder bocor,” urai pria jangkung murah senyum ini.

Nah, langkah berikutnya jika kedua item tadi fine-fine saja adalah memeriksa pengapian. Tapi untuk item ini, kita akan bahas tersendiri di edisi mendatang ya.

Penulis : Dic | Teks Editor : AZ | Foto : Andhika

Efek Seting Klep Tidak Tepat



Menjaga kinerja stasioner tetap sempurna, salah satu part yang mesti dipantau adalah kerapatan klep. Jika tidak sesuai kebutuhan, pengaruhnya ke idel mesin. Stasionernya naik-turun. Indikatornya bisa lihat cahaya lampu. Ketika mesin hidup stationer, cahayanya tetap.

Begitu mendadak terang, artinya rpm naik sendiri tanpa putar gas. Cuma kan cahaya lampu dari beban kerja magnet yang ikuti putaran mesin, lho! (motorplus-online.com)
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Dok.Motor Plus